STUDI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) DI RS X TAHUN 2025

Penulis

  • Fransiska Kristina Universitas Aisyah Pringsewu
  • Mida Pratiwi Universitas Aisyah Pringsewu
  • Diah Kartika Putri Universitas Aisyah Pringsewu
  • Vicko Suswidiantoro Universitas Aisyah Pringsewu

Kata Kunci:

CKD, Hemodialisis, Interaksi Obat, Polifarmasi

Abstrak

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit ginjal kronis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan memerlukan terapi jangka panjang. Pasien CKD umumnya menerima berbagai macam obat untuk mengatasi penyakit utama maupun penyakit penyerta, sehingga meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas terapi maupun meningkatkan kejadian efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengobatan, jenis interaksi obat, serta tingkat keparahan interaksi obat pada pasien CKD di RS X tahun 2025. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien CKD periode Juni–Desember 2025. Analisis potensi interaksi obat dilakukan menggunakan Stockley’s Drug Interactions sebagai acuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 pasien, mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 29 pasien (62%) dan kelompok usia terbanyak adalah 50–65 tahun sebanyak 21 pasien (45%). Profil pengobatan didominasi oleh penggunaan kombinasi tiga obat sebanyak 9 kasus (19%). Sebanyak 24 pasien (51%) mengalami potensi interaksi obat, sedangkan 23 pasien (49%) tidak mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderate merupakan yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 21 kejadian (72%), diikuti kategori minor dan mayor. Pasien CKD di RS X tahun 2025 memiliki potensi interaksi obat yang cukup tinggi dengan dominasi interaksi kategori moderate, sehingga diperlukan pemantauan terapi dan evaluasi penggunaan obat untuk mencegah terjadinya efek yang tidak diinginkan.

Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive condition characterized by a gradual decline in kidney function that requires long-term pharmacological management. Patients with CKD commonly receive multiple medications to treat both the primary disease and associated comorbidities, thereby increasing the risk of drug interactions that may reduce therapeutic effectiveness or increase adverse drug reactions. This study aimed to identify the medication profile, types of drug interactions, and severity levels of potential drug interactions among CKD patients at X Regional Public Hospital in 2025. This observational study employed a retrospective design using medical records of CKD patients treated between June and December 2025. Potential drug interactions were analysed using Stockley’s Drug Interactions as the reference source. The results showed that among 47 patients, the majority were female (29 patients; 62%), while the largest age group was 50–65 years (21 patients; 45%). The medication profile was dominated by the use of three-drug combinations, accounting for 9 cases (19%). Potential drug interactions were identified in 24 patients (51%), whereas 23 patients (49%) had no potential drug interactions. Based on severity, moderate interactions were the most frequently observed, comprising 21 cases (72%), followed by minor and major interactions. In conclusion, patients with CKD at X Regional Public Hospital in 2025 had a relatively high potential for drug interactions, with moderate interactions being the predominant category. Therefore, continuous therapeutic monitoring and regular medication review are essential to minimize the risk of adverse drug events and optimize treatment outcomes.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30