FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN ISPA PADA BAYI DAN BALITA: LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Clarin Bella Amelia Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun
  • Digma Fitriana Desinta Wulansari Universitas Bhakti Hasta Mulia Madiun

Kata Kunci:

Balita, Faktor Risiko, ISPA, Lingkungan Fisik, Literature Review

Abstrak

Infeksi saluran pernapasan akut tetap menjadi penyebab utama kematian dan penyakit pada anak di bawah lima tahun di negara berkembang, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mempelajari berbagai faktor yang bisa memicu terjadinya ISPA pada bayi dan anak-anak balita, berdasarkan artikel ilmiah yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mengumpulkan, memilih, dan menganalisis secara deskriptif sepuluh artikel jurnal yang relevan dari basis data Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab terjadinya ISPA beragam dan saling terkait, meliputi faktor lingkungan di dalam rumah, kebiasaan keluarga, serta karakteristik anak itu sendiri. Kualitas fisik lingkungan rumah yang buruk, seperti ventilasi yang tidak cukup, tingkat kelembapan yang tinggi, kerumunan penduduk, serta jenis lantai dan dinding yang tidak tahan lama, menjadi penyebab eksternal yang penting. Kerentanan ini semakin buruk karena paparan asap rokok sebagai perokok pasif, serta tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu mengenai pencegahan ISPA yang rendah. Secara internal, balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, memiliki status imunisasi dasar yang tidak lengkap, dan lahir dengan berat badan rendah karena ibu hamil menderita anemia, berisiko mengalami infeksi yang lebih besar. Sebaliknya, faktor demografis alami seperti usia dan jenis kelamin tidak selalu menjadi penentu pasti. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mengatasi ISPA secara efektif membutuhkan langkah-langkah menyeluruh, seperti meningkatkan kebersihan rumah, mengurangi paparan asap rokok, memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu, serta memastikan anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang baik sejak kecil.

Acute respiratory infections remain a leading cause of death and illness in children under five in developing countries, including Indonesia. This study aims to identify and examine the various factors that can trigger ARI in infants and toddlers, based on scientific articles published in the past five years. The method used was a literature review by collecting, selecting, and descriptively analyzing ten relevant journal articles from the Google Scholar database. The results indicate that the causes of ARI are diverse and interrelated, including environmental factors within the home, family habits, and the child's own characteristics. Poor physical quality of the home environment, such as inadequate ventilation, high humidity levels, crowded conditions, and poor flooring and walls, are important external factors. This vulnerability is exacerbated by exposure to secondhand smoke, as well as low maternal education and knowledge regarding ARI prevention. Internally, toddlers who are not exclusively breastfed, have incomplete basic immunizations, and are born with low birth weight due to maternal anemia are at greater risk of infection. Conversely, natural demographic factors such as age and gender are not always definitive determinants. The conclusion of this study indicates that effectively addressing ARI requires comprehensive measures, such as improving home hygiene, reducing exposure to cigarette smoke, providing education to mothers, and ensuring children have a strong immune system from an early age.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30