IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KESEHATAN PUSKESMAS DI BERBAGAI DAERAH DI INDONESIA: LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Mega Assyfaa Fauzia Universitas Respati Indonesia
  • Ria Rosjayanti Universitas Respati Indonesia
  • Nugroho Dwi Atmojo Universitas Respati Indonesia
  • Tubagus Mumtaz Elfikri Universitas Respati Indonesia
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Kata Kunci:

Sistem Informasi Kesehatan, Puskesmas, Transformasi Digital, Rekam Medis Elektronik, Satusehat

Abstrak

Transformasi digital kesehatan menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yaitu Puskesmas. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan data kesehatan, pelaporan program, pelayanan pasien, serta pengambilan keputusan berbasis data. Namun, implementasi SIK di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, integrasi sistem, dan kualitas data kesehatan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hingga tahun 2024 masih terdapat banyak Puskesmas yang belum optimal dalam penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) dan integrasi platform SATUSEHAT karena keterbatasan jaringan internet, perangkat komputer, serta kompetensi tenaga kesehatan. Kondisi tersebut menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi kurang efisien, pelaporan kesehatan terlambat, serta meningkatkan risiko kesalahan pencatatan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membahas implementasi Sistem Informasi Kesehatan di berbagai Puskesmas di Indonesia melalui metode literature review. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menelaah berbagai jurnal nasional, kebijakan pemerintah, dan referensi ilmiah terkait implementasi SIK periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SIK memberikan dampak positif terhadap efisiensi pelayanan, percepatan pengelolaan data, peningkatan kualitas pelaporan, serta mendukung integrasi Rekam Medis Elektronik dan platform SATUSEHAT. Akan tetapi, implementasi SIK masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan kompetensi SDM, infrastruktur teknologi yang belum memadai, gangguan jaringan internet, rendahnya interoperabilitas sistem, serta belum optimalnya tata kelola data kesehatan. Berbagai strategi diperlukan untuk mengoptimalkan implementasi Sistem Informasi Kesehatan di Puskesmas, diantaranya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan berkala, penguatan infrastruktur digital, integrasi sistem informasi kesehatan nasional, peningkatan keamanan data kesehatan, serta penguatan dukungan kebijakan pemerintah daerah dan pusat. Dengan optimalisasi implementasi SIK, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia dapat meningkat secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Digital transformation of health has become a key focus of the Indonesian government in improving the quality of healthcare services, particularly in primary healthcare facilities, namely Community Health Centers (Puskesmas). Health Information Systems (HIS) play a crucial role in supporting health data management, program reporting, patient care, and data-driven decision-making. However, the implementation of HIS in Indonesia still faces various challenges, particularly in the areas of human resource readiness, technological infrastructure, system integration, and health data quality. According to data from the Indonesian Ministry of Health, by 2024, many Community Health Centers (Puskesmas) will still not be optimal in implementing Electronic Medical Records (EMRE) and integrating the SATUSEHAT platform due to limited internet access, computer equipment, and the competence of healthcare workers. This condition results in inefficient healthcare services, delayed health reporting, and an increased risk of errors in patient data recording. This study aims to discuss the implementation of Health Information Systems in various Community Health Centers (Puskesmas) in Indonesia through a literature review method. The study uses a qualitative descriptive approach by examining various national journals, government policies, and scientific references related to the implementation of HIS for the 2020–2025 period. The study results indicate that the implementation of the Health Information System (HIS) has a positive impact on service efficiency, accelerated data management, improved reporting quality, and supported the integration of Electronic Medical Records (EMR) and the SATUSEHAT platform. However, the implementation of the HIS still faces various obstacles, such as limited human resource competency, inadequate technological infrastructure, internet network disruptions, low system interoperability, and suboptimal health data governance. Various strategies are needed to optimize the implementation of the HIS in Community Health Centers (Puskesmas), including improving the competency of health workers through regular training, strengthening digital infrastructure, integrating the national health information system, enhancing health data security, and strengthening policy support from local and central governments. By optimizing the HIS implementation, it is hoped that the quality of primary health care services in Indonesia can improve more effectively, efficiently, and sustainably

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30