KLASIFIKASI BEBAN KERJA BERDASARKAN DENYUT JANTUNG UNTUK MENGURANGI TINGKAT KELELAHAN DALAM BEKERJA

Penulis

  • Yasmin Novithaharah Suprianto Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Istifani Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Tri Niswati Utami Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Beban Kerja, Ergonomi, Fisiologi Kerja, Kelelahan Kerja

Abstrak

Beban kerja fisik yang melebihi kapasitas tubuh dapat menyebabkan kelelahan kerja dan menurunkan produktivitas. Salah satu indikator fisiologis yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat beban kerja adalah denyut jantung karena mampu menggambarkan respons tubuh terhadap aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan beban kerja berdasarkan denyut jantung sebagai upaya mengurangi tingkat kelelahan dalam bekerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasional. Objek penelitian melakukan aktivitas lari di tempat dengan tiga tingkat intensitas, yaitu beban kerja ringan, sedang, dan berat. Pengukuran denyut jantung dilakukan setiap satu menit selama 10 menit, kemudian data dianalisis untuk mengetahui klasifikasi beban kerja berdasarkan respons fisiologis tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata denyut jantung pada beban kerja ringan sebesar 90 denyut/menit, beban kerja sedang sebesar 96,1 denyut/menit, dan beban kerja berat sebesar 104,1 denyut/menit. Berdasarkan hasil klasifikasi, aktivitas dengan intensitas ringan dan sedang termasuk dalam kategori beban kerja ringan, sedangkan aktivitas dengan intensitas berat termasuk dalam kategori beban kerjakata. sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan intensitas aktivitas diikuti oleh peningkatan denyut jantung sebagai indikator meningkatnya beban fisiologis tubuh. Oleh karena itu, pengukuran denyut jantung dapat digunakan sebagai metode yang efektif untuk mengevaluasi beban kerja fisik serta menjadi dasar dalam penyusunan sistem kerja yang ergonomis guna mengurangi kelelahan kerja, meningkatkan keselamatan, dan mendukung produktivitas pekerja

Physical workloads that exceed body capacity can cause work fatigue and reduce productivity. One physiological indicator that can be used to measure the level of workload is heart rate because it can describe the body's response to physical activity. This study aims to classify workload based on heart rate as an effort to reduce the level of fatigue at work. The study used a quantitative approach with an observational method. The research subjects performed running activities on the spot with three levels of intensity: light, moderate, and heavy workload. Heart rate measurements were taken every minute for 10 minutes, then the data were analyzed to determine the workload classification based on the body's physiological response. The results showed that the average heart rate for light workloads was 90 beats/minute, for moderate workloads 96.1 beats/minute, and for heavy workloads 104.1 beats/minute. Based on the classification results, activities with light and moderate intensity were included in the light workload category, while activities with heavy intensity were included in the medium workload category. These findings indicate that increasing activity intensity is followed by an increase in heart rate as an indicator of increasing physiological burden on the body. Therefore, heart rate measurement can be used as an effective method to evaluate physical workload and as a basis for developing an ergonomic work system to reduce work fatigue, increase safety, and support worker productivity.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01