FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONSUMSI MAKANAN SIAP SAJI MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO

Penulis

  • Nabil Al Mahmud Universitas Halu Oleo
  • Ruslan Majid Universitas Halu Oleo
  • Harleli Universitas Halu Oleo

Kata Kunci:

Konsumsi Makanan Siap Saji, Pengetahuan, Uang Saku, Stres Akademik, Mahasiswa

Abstrak

Konsumsi makanan siap saji pada mahasiswa cenderung meningkat akibat gaya hidup modern, kemudahan akses, dan tingginya aktivitas akademik. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi makanan siap saji, khususnya pada mahasiswa kesehatan yang diharapkan memiliki pengetahuan gizi yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, uang saku, dan tingkat stres akademik dengan konsumsi makanan siap saji pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 959 mahasiswa angkatan 2023–2025, dengan sampel sebanyak 283 responden yang dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan konsumsi makanan siap saji (p < 0,05), terdapat hubungan yang signifikan antara uang saku dengan konsumsi makanan siap saji (p < 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres akademik dengan konsumsi makanan siap saji (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, uang saku, dan tingkat stres akademik merupakan faktor yang berhubungan dengan konsumsi makanan siap saji pada mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi gizi, pengelolaan keuangan, serta manajemen stres sebagai strategi untuk mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat di kalangan mahasiswa.

Fast-food consumption among university students has continued to increase due to modern lifestyles, easy accessibility, and demanding academic activities. This condition may increase the risk of various health problems, making it important to identify the factors associated with fast-food consumption behavior, particularly among public health students who are expected to possess better nutritional knowledge. This study aimed to analyze the associations between nutritional knowledge, allowance, and academic stress levels with fast-food consumption among Public Health students at Halu Oleo University. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 959 students from the 2023–2025 cohorts, with a sample of 283 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test at a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed significant associations between nutritional knowledge and fast-food consumption (p < 0.05), allowance and fast-food consumption (p < 0.05), and academic stress levels and fast-food consumption (p < 0.05). This study concludes that nutritional knowledge, allowance, and academic stress are factors associated with fast-food consumption among Public Health students at Halu Oleo University. Therefore, nutrition education, financial management, and stress management interventions are needed to promote healthier dietary behaviors among university students.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30