GAMBARAN FREKUENSI PENYAKIT DIABETES MELLITUS BERDASARKAN PASIEN PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI PUSKESMAS BARA-BARAYA MAKASSAR TAHUN 2025

Penulis

  • Rifdah Afifah STIKES Panakkukang Makassar
  • Muh Yusuf Tahir STIKES Panakkukang Makassar
  • Agustina STIKES Panakkukang Makassar

Kata Kunci:

Diabetes Mellitus, Program Rujuk Balik, Frekuensi Penyakit, Rekam Medis, Puskesmas

Abstrak

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Tingginya jumlah kasus DM dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi sehingga diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan melalui Program Rujuk Balik (PRB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frekuensi penyakit Diabetes Mellitus berdasarkan pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Puskesmas Bara-Baraya Makassar Tahun 2025 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan status komplikasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus yang mengikuti Program Rujuk Balik (PRB) di Puskesmas Bara-Baraya Makassar Tahun 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 492 pasien. Data diperoleh dari data sekunder berupa rekapitulasi rekam medis pasien PRB dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Berdasarkan jenis kelamin, pasien perempuan merupakan kelompok terbanyak yaitu 349 kasus (71%), sedangkan laki-laki sebanyak 143 kasus (29%). Berdasarkan usia, kelompok usia 56–65 tahun merupakan kelompok terbanyak dengan 277 kasus (56%), sedangkan usia 46–55 tahun sebanyak 118 kasus (24%) kelompok usia ≥66 tahun sebanyak 74 kasus (15%), kelompok usia 36–45 tahun sebanyak 21 kasus (4%), dan kelompok usia 26–35 tahun sebanyak 2 kasus (1%). Berdasarkan status komplikasi, pasien DM non komplikasi lebih banyak ditemukan yaitu 334 kasus (67,8%), sedangkan pasien DM dengan komplikasi sebanyak 158 kasus (32,2%). Kesimpulan: Kasus Diabetes Mellitus pada pasien Program Rujuk Balik (PRB) di Puskesmas Bara-Baraya Makassar Tahun 2025 didominasi oleh pasien perempuan, kelompok usia (56–65 tahun), dan sebagian besar merupakan kasus non komplikasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam upaya pengendalian dan pemantauan pasien Diabetes Mellitus di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31