KAJIAN LITERATUR EFEKTIVITAS TANAMAN PEGAGAN (CENTELLA ASIATICA) DALAM SEDIAAN GEL, EKSTRAK, DAN SALEP TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT DAN LUKA BAKAR

Penulis

  • Dhita Assabrina Dwiwardana Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Moch Hikmal Fadillah Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Siti Nurissya Rizkia Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Sri Ameliana Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Tiar Rylova Wangka Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Yuwana Sipa Pratistha Universitas Muhammadiyah Bandung
  • Dwintha Lestari Universitas Muhammadiyah Bandung

Kata Kunci:

Luka Bakar, Luka Sayat, Pegagan, Penyembuhan Luka, Sediaan Topikal

Abstrak

Luka sayat dan luka bakar merupakan kerusakan jaringan kulit yang memerlukan penanganan tepat untuk mendukung proses penyembuhan. Pegagan (Centella asiatica) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi membantu pembentukan kolagen dan perbaikan jaringan. Kajian ini bertujuan membandingkan potensi pegagan dalam bentuk ekstrak, gel, dan salep terhadap penyembuhan kedua jenis luka tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelusuran artikel di Google Scholar dan PubMed. Enam artikel dianalisis berdasarkan jenis luka, bentuk sediaan, dosis atau konsentrasi, dan hasil penyembuhan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pegagan berpotensi mendukung penyembuhan luka sayat maupun luka bakar. Pada luka sayat, gel ekstrak pegagan dosis 90 mg menunjukkan potensi penyembuhan sebesar 94,83% pada mencit, sedangkan salep pegagan memberikan hasil yang tidak berbeda signifikan dari povidone iodine 10%. Pada luka bakar, gel ekstrak pegagan dinilai menjanjikan berdasarkan kajian pustaka. Meskipun demikian, perbedaan metode penelitian dan terbatasnya bukti klinis pada manusia menyebabkan formulasi paling efektif belum dapat ditentukan. Penelitian komparatif lebih lanjut diperlukan untuk memastikan efektivitas dan keamanan sediaan pegagan.

Incision wounds and burns involve skin tissue damage that requires appropriate care to support healing. Gotu kola (Centella asiatica) contains bioactive compounds that may promote collagen formation and tissue repair. This review aimed to compare the potential of gotu kola extracts, gels, and ointments for healing both types of wounds. A descriptive qualitative literature review was conducted by searching articles through Google Scholar and PubMed. Six articles were analyzed based on wound type, dosage form, dose or concentration, and healing outcomes. The findings indicate that gotu kola may support the healing of incision wounds and burns. For incision wounds, gotu kola extract gel at a dose of 90 mg showed a healing potential of 94.83% in mice, while gotu kola ointment produced results that were not significantly different from those of 10% povidone-iodine. For burns, gotu kola extract gel appeared promising based on the reviewed literature. However, differences in research methods and limited clinical evidence in humans prevent the most effective formulation from being established. Further comparative studies are needed to confirm the efficacy and safety of gotu kola preparations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31