KESADARAN PEDAGANG TERHADAP DAUR ULANG MINYAK JELANTAH SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH RAMAH LINGKUNGAN

Penulis

  • Meilinda Suriani Universitas Negeri Medan
  • Andrian Sinaga Universitas Negeri Medan
  • Escha Purba Universitas Negeri Medan
  • Kalsa Sijabat Universitas Negeri Medan
  • Rahel Namisa Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Kesadaran Pedagang, Minyak Jelantah, Daur Ulang, Pengelolaan Limbah, Lingkungan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesadaran pedagang terhadap daur ulang minyak jelantah sebagai bagian dari strategi pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan pencemaran tanah dan air, namun pemanfaatannya sebagai bahan baku biodiesel, sabun, atau lilin aromaterapi memiliki potensi ekonomi dan lingkungan yang signifikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran pedagang rumah makan dan pedagang kaki lima masih tergolong rendah. Sebagian besar pedagang masih membuang minyak bekas ke saluran air karena dianggap lebih praktis dan murah. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya kesadaran ini meliputi kurangnya informasi dan sosialisasi, minimnya pengawasan dari pihak berwenang, serta belum tersedianya sistem pengelolaan limbah yang mudah diakses. Sebaliknya, pedagang yang telah mengikuti kegiatan sosialisasi menunjukkan peningkatan kesadaran dan mulai memanfaatkan minyak jelantah secara lebih bijak. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi, penyediaan fasilitas pengumpulan, dan insentif ekonomi dalam mendorong perilaku pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Daur ulang minyak jelantah tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dalam kerangka ekonomi sirkular. 

This study aims to analyze traders’ awareness of used cooking oil recycling as part of an environmentally friendly waste management strategy. Improper disposal of used cooking oil can cause soil and water pollution, whereas its reuse as raw material for biodiesel, soap, or aromatherapy candles offers significant economic and environmental potential. The research employed a qualitative descriptive approach using in-depth interviews, field observations, and documentation. The findings reveal that traders’ awareness—particularly among food stall and street vendors—remains low. Most traders still dispose of used oil directly into drains, considering it more practical and cost-effective. The main factors contributing to this low awareness include lack of information and education, limited supervision from authorities, and the absence of accessible waste management systems. Conversely, traders who have participated in awareness or training programs demonstrated higher environmental awareness and more responsible waste practices. The study emphasizes the importance of education, waste collection facilities, and economic incentives to promote sustainable waste management behavior. Recycling used cooking oil not only helps preserve the environment but also creates new economic opportunities within the framework of a circular economy.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30