PENGGUNAAN ALAT MUSIK PERKUSI DALAM PEMBELAJARAN RITMIS TERHADAP HASIL BELAJAR MUSIK PADA PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 9 KUPANG
Kata Kunci:
Alat Musik Perkusi, Pembelajaran Ritmis, Hasil Belajar Musik, Penelitian Tindakan KelasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar musik peserta didik melalui penggunaan alat musik perkusi dalam pembelajaran ritmis. Pembelajaran ritmis merupakan salah satu aspek dasar dalam pendidikan musik yang melatih ketepatan tempo, irama, dan koordinasi. Namun, dalam praktiknya, kegiatan pembelajaran musik di sekolah sering kali masih bersifat teoritis dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Hal ini berdampak pada rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap konsep ritme. Untuk mengatasi hal tersebut, penelitian ini menerapkan pembelajaran berbasis praktik dengan memanfaatkan alat musik perkusi sebagai media utama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes performa ritmis, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ritmis peserta didik, terutama dalam aspek ketepatan tempo, koordinasi kelompok, dinamika, dan ekspresi musikal. Siswa terlihat lebih antusias dan aktif selama proses pembelajaran karena terlibat langsung dalam praktik memainkan alat musik perkusi seperti tamborin, marakas, dan kendang. Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan kolaboratif, sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan kreatif. Dengan demikian, penggunaan alat musik perkusi terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar musik serta mengembangkan kemampuan ritmis dan karakter kolaboratif peserta didik.
This study aims to improve students’ music learning outcomes through the use of percussion instruments in rhythmic learning. Rhythmic learning is a fundamental aspect of music education that trains accuracy in tempo, rhythm, and coordination. However, in practice, music learning is often theoretical and lacks direct experience, resulting in low student engagement and understanding of rhythm. To address this issue, this research implemented a practice-based learning approach using percussion instruments as the main medium. The study employed a qualitative approach with a Classroom Action Research (CAR) method, conducted in two sessions consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through observation, rhythmic performance tests, and documentation, then analyzed descriptively. The findings indicate a significant improvement in students’ rhythmic abilities, particularly in maintaining tempo accuracy, group coordination, dynamics, and musical expression. Students became more active and enthusiastic during learning activities as they directly practiced percussion instruments such as tambourines, maracas, and drums. The learning atmosphere became more engaging and collaborative, aligning with the Merdeka Curriculum principles that emphasize meaningful and creative learning. Therefore, the use of percussion instruments proved effective in enhancing music learning outcomes and developing students’ rhythmic and collaborative skills.



