PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN DIAFRAGMA DALAM ELATIHAN VOKAL SOLO PADA SISWA SMP NEGERI 6 KUPANG TENGAH SATU ATAP

Penulis

  • Petrus Lopi Klobong Universitas Katolik Widya Mandira Kupang

Kata Kunci:

Pernapasan Diafragma, Vokal Solo, Teknik Vokal, Kemampuan Bernyanyi, Pelatihan Vokal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik pernapasan diafragma dalam pelatihan vokal solo pada siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satu Atap serta perubahan kemampuan vokal yang terjadi setelah mengikuti pelatihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan pre-test, pelatihan, dan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi, rekaman audio-video, wawancara singkat, dan catatan lapangan. Instrumen menggunakan lembar observasi kualitatif yang menggambarkan kondisi vokal siswa sebelum dan sesudah pelatihan berdasarkan indikator kontrol napas, stabilitas nada, kekuatan suara, ketahanan frase, intonasi, artikulasi, serta ekspresi dan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar siswa belum mampu menggunakan teknik pernapasan diafragma dan masih mengandalkan pernapasan dada, sehingga suara kurang stabil, frase mudah terputus, intonasi tidak konsisten, dan artikulasi belum jelas. Setelah pelatihan dilakukan secara bertahap dan terstruktur, siswa mulai mampu menerapkan teknik pernapasan diafragma dengan baik. Perubahan positif terlihat pada kemampuan mengatur napas, menjaga stabilitas nada, memperkuat suara, memperpanjang frase lagu, memperjelas artikulasi, serta meningkatkan ekspresi dan rasa percaya diri. Temuan ini didukung oleh dokumentasi rekaman audio-video yang memperlihatkan perbedaan kualitas vokal antara tahap pre-test dan post-test. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik pernapasan diafragma merupakan fondasi penting yang efektif untuk meningkatkan kualitas vokal solo siswa tingkat SMP. Teknik ini tidak hanya memperbaiki aspek teknis dalam bernyanyi, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kesiapan performatif dan kepercayaan diri siswa.

This study aims to describe the application of diaphragmatic breathing techniques in solo vocal training for students of SMP Negeri 6 Kupang Tengah Satu Atap, as well as to identify the changes in vocal ability after participating in the training sessions. The research employed a descriptive qualitative approach involving three stages: pre-test, training, and post-test. Data were collected through observations, audio-video recordings, brief interviews, and field notes. The instrument used was a qualitative observation sheet describing students’ vocal abilities before and after training based on indicators such as breath control, pitch stability, vocal strength, phrase endurance, intonation, articulation, and expression and self-confidence. The findings indicate that before the training, most students were unable to use diaphragmatic breathing and still relied on chest breathing, resulting in unstable sound production, short phrases, inconsistent intonation, and unclear articulation. After undergoing gradual and structured training, the students began to apply diaphragmatic breathing effectively. Positive changes were observed in their ability to control breath, maintain pitch stability, strengthen vocal tone, extend musical phrases, improve articulation, and enhance expression and self-confidence. These improvements were supported by audio-video documentation showing noticeable differences between the pre-test and post-test vocal performances. The study concludes that diaphragmatic breathing is an essential and effective foundational technique for improving solo vocal performance among junior high school students. This technique not only enhances technical aspects of singing but also positively influences students’ performance readiness and confidence.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30