ANALISIS PENERAPAN VIRTUAL REALITY (VR) DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

Penulis

  • Yuliana Universitas Sultan Aji Muhamad Idris Samarinda
  • Muhammad Abdi Kurniawan Universitas Sultan Aji Muhamad Idris Samarinda
  • Husni Idris Universitas Sultan Aji Muhamad Idris Samarinda

Kata Kunci:

Virtual Reality, Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Imersif, Society 5.0, Spiritualitas

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Virtual Reality (VR) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa VR berpotensi besar memperkaya pengalaman belajar PAI melalui simulasi imersif yang mampu menghadirkan konteks sejarah dan ritual keagamaan secara lebih konkret, emosional, dan bermakna. Teknologi ini terbukti meningkatkan sense of presence, keterlibatan emosional, dan penguasaan keterampilan prosedural siswa, terutama dalam pembelajaran haji dan aktivitas ibadah lainnya. Namun, efektivitas VR sangat bergantung pada desain pedagogis yang tepat, kesiapan guru, serta integrasi nilai-nilai etik agar tidak terjadi penyederhanaan makna spiritual. Di era Society 5.0, VR berperan sebagai jembatan antara kemajuan teknologi dan humanisme Islam, menuntut transformasi peran guru PAI menjadi perancang pengalaman belajar dan fasilitator nilai. Penelitian ini juga merekomendasikan agenda penelitian lanjutan terkait dampak jangka panjang VR terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas siswa.

This study analyzes the implementation of Virtual Reality (VR) in Islamic Religious Education (PAI) through a literature review using a descriptive qualitative approach. The findings reveal that VR significantly enriches Islamic learning by providing immersive simulations that make historical and ritual contexts more concrete, emotional, and meaningful. VR enhances students’ sense of presence, emotional engagement, and procedural mastery, particularly in learning rituals such as the Hajj. However, its effectiveness depends on appropriate pedagogical design, teacher readiness, and ethical integration to avoid oversimplification of spiritual values. Within the framework of Society 5.0, VR serves as a bridge between technological advancement and Islamic humanism, requiring PAI teachers to transform into learning-experience designers and ethical facilitators. The study also highlights the need for future research on the long-term impact of VR on students’ character development and spirituality.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30