ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SEMANTIK PADA BERITA DARING SUARAMERDEKA.COM

Penulis

  • Anjar Jati Kusuma Universitas Negeri Semarang
  • Imam Baehaqie Universitas Negeri Semarang

Kata Kunci:

Kesalahan Berbahasa, Semantik, Berita Daring, Bahasa Jurnalistik

Abstrak

Penggunaan bahasa dalam berita daring menuntut ketepatan makna agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan bias penafsiran. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan penyimpangan makna pada tataran semantik yang berpotensi mengurangi kejelasan dan objektivitas pemberitaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan jenis kesalahan berbahasa pada tataran semantik dalam berita daring suaramerdeka.com, serta mengidentifikasi pola dan karakteristik kesalahan yang muncul. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat terhadap lima teks berita daring. Data dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan berdasarkan kategori semantik. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat jenis kesalahan berbahasa pada tataran semantik, yaitu gejala hiperkorek, gejala pleonasme, ketidaktepatan pemilihan diksi, dan ambiguitas makna. Gejala hiperkorek ditandai oleh penggunaan diksi berlebihan dan evaluatif, sedangkan pleonasme muncul dalam bentuk pengulangan makna yang menyebabkan ketidakefisienan bahasa. Selain itu, pemilihan diksi yang kurang tepat dan ambiguitas makna berpotensi menimbulkan penafsiran ganda bagi pembaca. Kesimpulannya, kesalahan semantik dalam berita daring suaramerdeka.com tidak bersifat gramatikal, tetapi berdampak pada ketepatan, kejelasan, dan objektivitas makna, sehingga diperlukan peningkatan ketelitian dalam penggunaan bahasa jurnalistik.

 

The use of language in online news requires semantic accuracy to ensure that information is conveyed clearly and objectively. However, in practice, deviations at the semantic level are still found and may lead to biased interpretation. This study aims to analyze the forms and types of semantic-level language errors in online news published on suaramerdeka.com, as well as to identify their patterns and characteristics. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through reading and note-taking techniques applied to five online news texts. The data were analyzed by classifying errors according to semantic categories. The findings reveal four types of semantic language errors: hypercorrection, pleonasm, inaccurate word choice, and ambiguity of meaning. Hypercorrection is marked by excessive and evaluative diction, while pleonasm appears as redundant expressions that reduce linguistic efficiency. Inaccurate word choice and ambiguous expressions further contribute to potential multiple interpretations among readers. Overall, these errors do not involve grammatical violations but affect the precision, clarity, and objectivity of meaning in news reporting. Therefore, greater attention to semantic accuracy is necessary to improve the quality and reliability of journalistic language.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30