AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA DALAM FILM 13 BOM DI JAKARTA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA CARL ROGERS
Kata Kunci:
Aktualisasi Diri, Carl Rogers, Psikologi Sastra, Trauma, 13 Bom Di JakartaAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis proses aktualisasi diri tokoh utama Arok dalam film 13 Bom di Jakarta karya Angga Dwimas Sasongko dengan menggunakan teori psikologi sastra Carl Rogers. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial yang ditampilkan dalam film, khususnya mengenai aktualisasi diri pada tokoh utama dalam film. Permasalahan yang dikaji meliputi ketidakcapaian bentuk aktualisasi diri dan dampak dari aktualisasi diri pada tokoh utama. Penelitian ini menggunakan teori aktualisasi diri dari Carl Rogers khususnya enam konsep utama: pengalaman organisme, kebebasan berpikir, kehidupan eksistensial, konsep diri, kesadaran diri dan empati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik simak dan cacat dari film 13 Bom di Jakarta dan dianalisis dengan teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dna kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi diri tokoh utama dalam film 13 Bom di Jakarta terdiri atas 32 data, yang diklasifikasikan kedalam 6 kelompok utama: pengalaman organisme, kebebasan berpikir, kehidupan eksistensial, konsep diri, kesadaran diri, empati. pengalaman organisme (5 data), kebebasan berpikir (5 data), kehidupan ekstensial (4 data), konsep diri (7 data), kesadaran diri (3 data), dan empati (8 data). Data primer dari film dianalisis melalui tinjauan pustaka dan pendekatan humanistik Rogers, dengan manfaat teoritis memperkaya kajian psikologi sastra serta praktis mendukung pencegahan radikalisasi melalui pemahaman dinamika psikologis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegagalan aktualisasi diri tokoh Arok bukan hanya merupakan dampak dari pengalaman traumatis, tetapi juga hasil dari lingkungan sosial yang tidak mendukung, ketidakadilan sistemik, serta ketidakmampuan tokoh untuk melakukan penerimaan diri dan berdamai dengan masa lalunya.
This study aims to analyze the process of self-actualization of the main character Arok in the film 13 Bombs in Jakarta by Angga Dwimas Sasongko using Carl Rogers' literary psychology theory. This study is motivated by social phenomena shown in the film, especially regarding self-actualization of the main character in the film. The problems studied include the unachievement of self-actualization and the impact of self-actualization on the main character. This study uses Carl Rogers' theory of self-actualization, especially six main concepts: organismic experience, freedom of thought, existential life, self-concept, self-awareness and empathy. The method used in this study is descriptive qualitative. Data were obtained through observation and handicap techniques from the film 13 Bombs in Jakarta and analyzed using data analysis techniques including data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study show that the self-actualization of the main character in the film 13 Bombs in Jakarta consists of 32 data, which are classified into 6 main groups: Organismic Experience, Freedom of Thought, Existential Life, Self-Concept, Self-Awareness, Empathy. Organismal experience (5 data), freedom of thought (5 data), existential life (4 data), self-concept (7 data), self-awareness (3 data), and empathy (8 data). Primary data from the film were analyzed through a literature review and Rogers' humanistic approach, with theoretical benefits enriching the study of literary psychology and practically supporting the prevention of radicalization through an understanding of psychological dynamics. Thus, it can be concluded that the failure of Arok's self-actualization is not only the impact of a traumatic experience, but also the result of an unsupportive social environment, systemic injustice, and the character's inability to accept himself and reconcile with his past.



