PERAN MICROTEACHING DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI DASAR MENGAJAR CALON GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Kata Kunci:
Microteaching, Kompetensi Dasar Mengajar, Calon Guru PAUD, Keterampilan Mengajar, Studi PustakaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran microteaching dalam mengembangkan kompetensi dasar mengajar calon guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Microteaching merupakan metode simulasi mengajar berskala kecil yang dirancang untuk melatih keterampilan pedagogis calon pendidik secara terstruktur dan terarah sebelum terjun ke lapangan nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yakni dengan menelaah dan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan berupa artikel jurnal, buku, dan regulasi pemerintah yang berkaitan dengan microteaching dan kompetensi guru PAUD. Hasil kajian menunjukkan bahwa microteaching memiliki peran signifikan dalam membentuk delapan keterampilan dasar mengajar, yaitu: keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, menjelaskan, membuat variasi stimulus, bertanya, memberi penguatan, mengelola kelas, mengajar kelompok kecil dan perorangan, serta membimbing diskusi kelompok. Dalam konteks PAUD, penguasaan keterampilan-keterampilan ini sangat krusial mengingat karakteristik anak usia dini yang memerlukan pendekatan kreatif, sabar, dan responsif. Microteaching juga terbukti berfungsi sebagai jembatan antara teori perkuliahan dengan praktik nyata melalui proses perencanaan, pelaksanaan, umpan balik, dan refleksi yang berkelanjutan. Dengan demikian, microteaching berkontribusi besar dalam mempersiapkan calon guru PAUD yang kompeten, percaya diri, dan profesional.
This study aims to examine in depth the role of microteaching in developing the basic teaching competencies of prospective Early Childhood Education (PAUD) teachers. Microteaching is a small-scale teaching simulation method designed to train the pedagogical skills of prospective educators in a structured and directed manner before entering real classroom settings. The method used in this study is qualitative with a library research approach, which involves reviewing and analyzing various relevant scientific literatures including journal articles, books, and government regulations related to microteaching and PAUD teacher competencies. The results of the study show that microteaching plays a significant role in shaping eight basic teaching skills, namely: opening and closing lessons, explaining, providing stimulus variations, questioning, giving reinforcement, managing the classroom, teaching small groups and individuals, and guiding group discussions. In the context of PAUD, mastery of these skills is crucial given the characteristics of early childhood learners who require creative, patient, and responsive approaches. Microteaching has also been proven to function as a bridge between theoretical coursework and real practice through the continuous processes of planning, implementation, feedback, and reflection. Thus, microteaching makes a major contribution in preparing competent, confident, and professional prospective PAUD teachers.




