ANALISIS KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER DAUN BAWANG BATAK (ALLIUM CHINENSE) SEBAGAI POTENSI ANTIOKSIDAN ALAMI
Kata Kunci:
Allium Chinense, Antioksidan, Bawang Batak, Flavonoid, Metabolit SekunderAbstrak
Antioksidan merupakan senyawa bioaktif yang berperan penting dalam menghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas yang dapat memicu stres oksidatif dan kerusakan seluler. Pemanfaatan antioksidan alami dari tumbuhan semakin berkembang karena dinilai lebih aman dibandingkan antioksidan sintetis. Salah satu tanaman lokal yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami adalah bawang Batak (Allium chinense G. Don.) yang diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada daun bawang Batak yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2026 di Laboratorium Biologi, Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA Universitas Negeri Medan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan eksperimen laboratorium melalui uji fitokimia. Sampel daun bawang Batak diekstraksi menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan uji alkaloid menggunakan pereaksi Mayer dan Dragendorff, uji flavonoid menggunakan Mg dan HCl, serta uji saponin melalui pembentukan busa stabil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji alkaloid memberikan hasil negatif karena tidak terbentuk endapan pada pereaksi Mayer maupun Dragendorff. Sementara itu, uji flavonoid menunjukkan hasil positif yang ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning jingga setelah penambahan Mg dan HCl, sedangkan uji saponin menunjukkan hasil positif melalui terbentuknya busa stabil. Keberadaan flavonoid dan saponin menunjukkan bahwa daun bawang Batak mengandung metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan alami serta memiliki aktivitas biologis lain seperti antibakteri, antiinflamasi, dan antijamur.
Antioxidants are bioactive compounds that play an important role in inhibiting oxidation reactions caused by free radicals, which can trigger oxidative stress and cellular damage. The use of natural antioxidants derived from plants has increasingly attracted attention because they are considered safer than synthetic antioxidants. One of the local plants with potential as a natural antioxidant source is Batak onion (Allium chinense G. Don.), which is known to contain various secondary metabolite compounds. This study aimed to identify the secondary metabolite compounds present in Batak onion leaves that potentially act as natural antioxidants. The research was conducted in May 2026 at the Biology Laboratory, Biology Education Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Medan, using a descriptive method with a laboratory experimental approach through phytochemical screening. The Batak onion leaf samples were extracted using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. Alkaloid testing was carried out using Mayer and Dragendorff reagents, flavonoid testing using magnesium (Mg) and HCl, and saponin testing through stable foam formation. The results showed that the alkaloid test gave a negative result, indicated by the absence of precipitate formation in both Mayer and Dragendorff reagents. Meanwhile, the flavonoid test showed a positive result characterized by a yellowish-orange color change after the addition of Mg and HCl, while the saponin test also showed a positive result through the formation of stable foam. The presence of flavonoids and saponins indicates that Batak onion leaves contain secondary metabolites with potential as natural antioxidants and possess other biological activities such as antibacterial, anti-inflammatory, and antifungal properties.




