HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 18 TASIKMALAYA
Kata Kunci:
Motivasi Belajar, Prokrastinasi Akademik, Siswa SMP, Bimbingan dan KonselingAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi belajar, gambaran prokrastinasi akademik, serta hubungan antara motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik siswa kelas IX di SMP Negeri 18 Tasikmalaya. Motivasi belajar merupakan daya penggerak yang sangat penting dalam mengarahkan perilaku siswa menuju pencapaian tujuan akademik. Sebaliknya, prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda pelaksanaan atau penyelesaian tugas akademik yang tidak memiliki manfaat dan berdampak negatif pada performa siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 18 Tasikmalaya. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling berupa Simple Random Sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 89 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank, uji regresi linier sederhana, dan uji hipotesis dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 18 Tasikmalaya berada pada kategori sedang (71,91%). Gambaran prokrastinasi akademik berada pada kategori tinggi (61,80%). Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prokrastinasi akademik dengan nilai korelasi 0,278 dan signifikansi 0,008. Motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 5,9% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.
This study aims to determine the profile of learning motivation, the profile of academic procrastination, and the relationship between learning motivation and academic procrastination among ninth-grade students at SMP Negeri 18 Tasikmalaya. Learning motivation is a crucial driving force that directs student behavior toward the achievement of academic goals. In contrast, academic procrastination refers to deliberate delays in starting or completing academic tasks, which negatively impacts student performance. This study employed a quantitative approach using a correlational research method. The population consisted of all ninth-grade students at SMP Negeri 18 Tasikmalaya. The sample was selected using a probability sampling technique, specifically Simple Random Sampling, yielding 89 students. Data collection instruments consisted of questionnaires using a Likert scale (1–4), which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Spearman Rank correlation test, simple linear regression, and hypothesis testing using IBM SPSS Statistics version 25. The results indicate that the learning motivation profile of ninth-grade students at SMP Negeri 18 Tasikmalaya falls in the moderate category (71.91%). The academic procrastination profile falls in the high category (61.80%). There is a significant relationship between learning motivation and academic procrastination with a correlation value of 0.278 and a significance of 0.008. Learning motivation contributes 5.9% to academic procrastination, while the remaining 94.1% is influenced by other variables.




