STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENJAMIN KETERLAKSANAAN KURIKULUM MELALUI SUPERVISI DAN MONITORING GURU PADA TK & PAUD GYTA KIDS: STUDI KASUS KELAS INDUK DAN KELAS JAUH
Kata Kunci:
Strategi Kepala Sekolah, Supervisi Akademik, Monitoring Guru, Kurikulum PAUD, PAUD Multi-LokasiAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi kepala sekolah dalam menjamin keterlaksanaan kurikulum melalui supervisi dan monitoring guru pada TK dan PAUD Gyta Kids, khususnya pada kelas induk dan kelas jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan tiga strategi utama. Pertama, penyetaraan perangkat pembelajaran melalui sentralisasi penyusunan RPP dan modul ajar di kelas induk yang kemudian didistribusikan ke kelas jauh. Kedua, supervisi dan monitoring berlapis berupa supervisi langsung 2 kali sebulan di kelas induk dan 1 kali langsung ditambah 1 kali monitoring daring per minggu di kelas jauh. Ketiga, penguatan kompetensi guru dengan menempatkan guru berkualifikasi S1 di kelas jauh sebagai strategi kompensasi keterbatasan supervisi. Efektivitas strategi ini terlihat dari mengecilnya kesenjangan capaian 6 aspek perkembangan anak dari 25% menjadi 12%. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi kepala sekolah terbukti efektif dalam menyamakan mutu akademik, namun pemerataan sarana prasarana masih menjadi tantangan. Disarankan kepada yayasan untuk memberikan dukungan sarana dan kepada dinas pendidikan untuk mengadakan pelatihan rutin bagi guru kelas jauh.
The purpose of this study is to describe the principal's strategy in ensuring curriculum implementation through teacher supervision and monitoring at Gyta Kids Kindergarten and PAUD, specifically in the main class and the remote class. This research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that the principal implemented three main strategies. First, equalization of learning tools through the centralization of lesson plans and teaching module development at the main class, which are then distributed to the remote class. Second, tiered supervision and monitoring, consisting of direct supervision twice a month in the main class and one direct visit plus one online monitoring per week in the remote class. Third, teacher competency strengthening by placing S1-qualified teachers in the remote class as a compensation strategy for limited supervision. The effectiveness of these strategies is reflected in the narrowing gap of the 6 aspects of child development achievement from 25% to 12%. The conclusion of this study is that the principal's strategy has proven effective in equalizing academic quality, but the equalization of facilities and infrastructure remains a challenge. It is recommended that the foundation provide facility support and that the education department conduct regular training for teachers in remote classes.




