PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM LAGU-LAGU MADURA KONTEMPORER

Penulis

  • Holis Universitas Madura
  • Ria Kasanova Universitas Madura

Kata Kunci:

Campur Kode, Sosiolinguistik, Lagu Madura Kontemporer

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan jenis campur kode dalam lagu-lagu Madura kontemporer karya Fajar Syahid. Penelitian menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa lirik lagu Madura kontemporer yang dirilis tahun 2020–2025 dan diperoleh melalui YouTube. Dari 30 lagu yang dijadikan data awal, ditemukan 20 lagu yang mengandung campur kode. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik menyimak, mencatat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 50 data campur kode yang terdiri atas campur kode berbentuk kata sebanyak 32 data, frasa sebanyak 6 data, dan baster sebanyak 12 data. Bentuk campur kode yang paling dominan adalah bentuk kata. Selain itu, ditemukan campur kode ke dalam sebanyak 44 data dan campur kode ke luar sebanyak 6 data. Campur kode ke dalam menjadi jenis yang paling dominan karena penggunaan bahasa Indonesia lebih banyak ditemukan dibandingkan bahasa asing. Penggunaan campur kode dalam lagu-lagu Madura kontemporer berfungsi untuk memperjelas makna, memperindah lirik, dan menambah daya tarik lagu tanpa menghilangkan ciri khas bahasa Madura.

This study aims to describe the forms and types of code mixing found in contemporary Madurese songs by Fajar Syahid. The study employed a sociolinguistic approach with a qualitative descriptive method. The data consisted of lyrics of contemporary Madurese songs released between 2020 and 2025 and obtained from YouTube. From 30 initial songs, 20 songs containing code mixing were selected as the research data. Data were collected through listening, note-taking, and documentation techniques, while data analysis used the Miles and Huberman model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that there were 50 instances of code mixing consisting of 32 word forms, 6 phrase forms, and 12 baster forms. The most dominant form was word-level code mixing. In addition, there were 44 instances of inner code mixing and 6 instances of outer code mixing. Inner code mixing was more dominant because Indonesian language elements were more frequently used than foreign languages. The use of code mixing in contemporary Madurese songs functions to clarify meaning, beautify lyrics, and increase the attractiveness of songs without eliminating the characteristics of the Madurese language. 

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31