PROGRAM P5 KURIKULUM MERDEKA: SOLUSI BAGI PENDIDIK MENGATASI KRISIS MORAL SISWA

Penulis

  • Novia Lisliningsih UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Wedra Aprison UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Krisis Moral, Program P5, Kurikulum Merdeka

Abstrak

Realita maraknya prilaku negatif yang muncul dari kalangan pelajar Indonesia mengakibatkan krisis moral bangsa. Seperti meningkatnya kasus bully, narkoba, LGBT dan pergaulan bebas dikalangan pelajar Indonesia. Krisis moral yang terjadi saat ini perlu diperhatikan secara khusus. Hal ini agar dapat merubah pola prilaku dari arah negatif ke arah yang lebih positif. Program pendidikan yang dirancang pemerintah dapat dijadikan sebagai alat perubahan bagi pendidik. Salah satu program yang bisa dikembangkan adalah program P5 dalam Kurikulum Merdeka. Adaanya kebebasan berivonasi bagi setiap pendidik dalam menerapkan P5 diharapkan mampu memberikan sumbangsih perubahan positif terhadap krisi moral yang terjadi pada siswa. Dengan adanya kebebasan penentuan tema yang akan diajarkan, guru dapat memprioritaskan hal-hal yang dirasa perlu untuk perubahan siswa ke arah yang lebih baik. Ketika pendidik dapat menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa melalui program P5 serta mengajak siswa mengembangkan kemampuan dengan memperhatikan nilai-nilai yang terkandung dalam program P5 tentu sedikit banyaknya akan membuat perubahan dalam krisis moral yang terjadi saat ini dikalangan siswa. Oleh karena itu peran pendidik sangat berpengaruh terhadap moral siswa di Indonesia.

The reality of widespread negative behavior emerging from Indonesian students has resulted in a national moral crisis. Such as increasing cases of bullying, drugs, LGBT and promiscuity among Indonesian students. The current moral crisis needs special attention. This is so that you can change behavior patterns from a negative direction to a more positive direction. Educational programs designed by the government can be used as a tool of change for educators. One program that can be developed is the P5 program in the Independent Curriculum. It is hoped that the freedom to innovate for every educator in implementing P5 will be able to contribute to positive change in the moral crisis that occurs among students. With the freedom to determine the themes to be taught, teachers can prioritize things that they feel are necessary for students to change for the better. When educators can instill positive values in students through the P5 program and encourage students to develop their abilities by paying attention to the values contained in the P5 program, of course this will more or less make a change in the moral crisis currently occurring among students. Therefore, the role of educators is very influential on student morale in Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-28