ANALISIS NILAI KEARIFAN LOKAL PADA FILM NGERI-NGERI SEDAP KARYA BENE DION RAJAGUKGUK
Kata Kunci:
nilai kearifan lokal, film ngeri-ngeri sedapAbstrak
Film komedi horor "Ngeri-Ngeri Sedap" yang disutradarai oleh Rizal Mantovani merefleksikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Indonesia. Analisis ini mengeksplorasi bagaimana film tersebut memuat pesan-pesan budaya dan tradisi yang berakar pada kearifan lokal. Salah satu nilai utama yang diangkat adalah pentingnya menjaga keharmonisan dalam komunitas, yang tercermin melalui solidaritas antar tokoh dalam menghadapi ancaman supernatural. Nilai lain yang disampaikan adalah penghargaan terhadap tradisi leluhur dan kepercayaan pada kekuatan spiritual, yang divisualisasikan melalui ritual-ritual adat. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif, karena dalam penelitian ini hanya memaparkan situasi atau peristiwa dan tidak membuat hipotesis atau prediksi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis semiotika untuk menganalisis tanda yang ada pada film. Tanda akan memiliki sebuah makna yang akan menjadi pesan dibalik film tersebut. Hal ini akan membantu menemukan makna yang terkandung dalam film dan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang diperdayakan. Selain itu, dapat juga dilakukan analisis terhadap penggunaan kostum dan perilaku karakter dalam film, yang dapat menunjukkan nilai-nilai budaya lokal yang diperdayakan. Hal ini akan membantu menemukan makna yang terkandung dalam film dan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang diperdayakan. Pada akhirnya, analisis nilai kearifan lokal pada film "Tarung Sarung" akan dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang budaya lokal yang diperdayakan dalam film dan mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang diperdayakan.
The horror comedy film "Ngeri Ngeri Sedap" directed by Rizal Mantovani reflects the local wisdom values of Indonesian society. This analysis explores how the film contains cultural and traditional messages rooted in local wisdom. One of the main values raised is the importance of maintaining harmony in the community, which is reflected through solidarity between characters in the face of supernatural threats. Other values conveyed are respect for ancestral traditions and belief in spiritual power, which are visualized through traditional rituals. The type of research used is a descriptive study, because this research only describes situations or events and does not make hypotheses or predictions. In this research, researchers used semiotic analysis methods to analyze the signs in the film. The sign will have a meaning which will be the message behind the film. This will help find the meaning contained in the film and identify the local wisdom values that are utilized. Apart from that, analysis can also be carried out on the use of costumes and character behavior in films, which can show the local cultural values that are utilized. This will help find the meaning contained in the film and identify the local wisdom values that are utilized. In the end, analysis of local wisdom values in the film "Tarung Sarung" will help increase understanding of the local culture that is utilized in the film and identify the local wisdom values that are utilized.




