EVALUASI EFISIENSI MESIN PRODUKSI MILLS MNO DENGAN PENDEKATAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE)
Kata Kunci:
Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Diagram IshikawaAbstrak
Persaingan yang ketat di dunia bisnis mendorong Perusahaan-perusahaan perlu meningkatkan kemampuan mereka dalam memproduksi barang, termasuk dalam memaksimalkan penggunaan mesin produksi. Dengan Dengan memanfaatkan mesin produksi secara optimal, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh hambatan produksi. Salah satu langkah untuk mengurangi Hambatan produksi dapat diatasi dengan menerapkan Total Productive Maintenance (TPM). dan Menilai nilai Efektivitas Keseluruhan Peralatan (EKP). Dalam studi ini, kami menggunakan evaluasi OEE pada mesin Mills MNO sebagai indikator efektivitas mesin-mesin di Departemen Mills MNO PT ISM Bogasari. Hal ini membantu perusahaan untuk mengevaluasi kondisi mereka dengan membandingkannya dengan standar internasional yang ditetapkan oleh JIPM. Jika nilai OEE berada di bawah standar, langkah perbaikan akan diambil. Dalam penelitian ini, diagram ishikawa digunakan untuk mengidentifikasi penyebab downtime dan memberikan rekomendasi perbaikan bagi perusahaan pada masa depan.
Intense competition in the business world drives companies to enhance their capabilities in producing goods, including maximizing the utilization of production machines. By optimizing the use of production machines, companies can improve production efficiency and reduce losses caused by production obstacles. One step to alleviate production obstacles is by implementing Total Productive Maintenance (TPM) and assessing Overall Equipment Effectiveness (OEE). In this study, we utilized OEE evaluation on Mills MNO machines as indicators of machine effectiveness in the Mills MNO Department of PT ISM Bogasari. This aids the company in evaluating its condition by comparing it with international standards set by JIPM. If the OEE value falls below the standard, corrective measures will be taken. In this research, the Ishikawa diagram is used to identify the causes of downtime and provide improvement recommendations for the company in the future.




