RITUAL PU’U JAWA SEBAGAI BENTUK KEARIFAN LOKAL DESA NABE KECAMATAN MAUKARO KABUPATEN ENDE
Kata Kunci:
Ritual Pu’u Jawa, Kearifan Lokal, Bentuk, Makna, Fungsi, Desa NabeAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, menganalisis makna, dan mengidentifikasi fungsi ritual Pu’u Jawa sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Desa Nabe, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende. Ritual Pu’u Jawa merupakan upacara adat sebagai ungkapan syukur masyarakat atas hasil panen yang diwariskan secara turun-temurun. Pelaksanaan ritual menggunakan ungkapan adat dalam bahasa Lio yang dituturkan oleh Mosalaki atau tua adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ungkapan adat yang diperoleh dari tua adat masyarakat Desa Nabe melalui wawancara, teknik catat, rekam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Pu’u Jawa terdiri atas empat tahapan utama, yaitu Keko Tei, Pai Embu Mamo, Nasu Uta, dan Pati ka Embu Mamo. Ungkapan adat dalam ritual tersebut terdiri atas kata benda, kata kerja, dan kata keterangan. Makna yang ditemukan meliputi makna penghormatan kepada leluhur, makna permohonan, dan makna kebersamaan. Sementara itu, fungsi ritual meliputi fungsi religius, informatif, dan budaya. Ritual Pu’u Jawa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan manifestasi kearifan lokal yang mengandung nilai sosial, religius, dan budaya sebagai pedoman kehidupan masyarakat Desa Nabe.
This study aims to describe the form, analyze the meaning, and identify the function of the Pu’u Jawa ritual as a form of local wisdom of the community in Nabe Village, Maukaro District, Ende Regency. The Pu’u Jawa ritual is a traditional ceremony as an expression of gratitude for the harvest that has been inherited from generation to generation. The ritual is performed using customary expressions in the Lio language spoken by Mosalaki or traditional elders.This research used a descriptive qualitative approach. The research data were in the form of customary expressions obtained from traditional elders of Nabe Village through interviews, note-taking, recording, and documentation techniques. Data analysis used the Miles and Huberman model which includes data reduction, data display, and conclusion drawing.The results show that the Pu’u Jawa ritual consists of four main stages, namely Keko Tei, Pai Embu Mamo, Nasu Uta, and Pati ka Embu Mamo. The customary expressions in the ritual consist of nouns, verbs, and adverbs. The meanings found include the meaning of respect for ancestors, the meaning of supplication, and the meaning of togetherness. Meanwhile, the functions of the ritual include religious, informative, and cultural functions. The Pu’u Jawa ritual is not only a ceremonial activity, but is a manifestation of local wisdom that contains social, religious, and cultural values as a guideline for the life of the Nabe Village community.




