EFEKTIFITAS DAKWAH DALAM PENGUATAN NILAI ANTI KORUPSI PADA HUBUNGAN ORANG TUA DAN ANAK

Penulis

  • Jefri Saputra Universitas Pendidikan Indonesia
  • Yustandi Nur Fadilah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Deni Naufal Syah Universitas Pendidikan Indonesia
  • Jenuri Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Anti-Korupsi, Dakwah, Keluarga, Amanah

Abstrak

Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas dakwah dalam memperkuat antikorupsi dalam hubungan orang tua dan anak. Penelitian ini merupakan penelitian metode kualitatif dan alat yang digunakan adalah wawancara dan pengisian kuesioner. Subyek penelitian ini adalah 32 mahasiswa saat ini yang mengikuti lima sampai tujuh penelitian dan memahami apa itu korupsi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan korupsi di lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Ini termasuk: Suatu bentuk eksploitasi terhadap orang tua untuk mencapai keuntungan sebesar-besarnya. 2. Faktor eksternal dalam normalisasi lingkungan tempat masyarakat tumbuh merupakan faktor yang paling besar mempengaruhi kesadaran antikorupsi. Kedua faktor ini merupakan permasalahan besar dan hambatan terbesar dalam penerapan antikorupsi, namun tidak serta merta perlu dipertimbangkan. Mengamalkan antikorupsi dengan motivasi dan pengabdian yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa tidak akan menghalanginya. Oleh karena itu, melakukan kegiatan keagamaan bersama para dai yang jujur dan amanah merupakan hal yang penting dan merupakan cara yang baik untuk mempromosikan pentingnya nilai-nilai antikorupsi.

The reason of this inquire about is to analyze the viability of dakwah in reinforcing anti-corruption values inside the parent-child relationship. This think about utilizes a subjective strategy, with interviews and surveys as instruments. The subjects are 32 current understudies who have taken an interest in five to seven devout thinks about and get it the concept of debasement. A few variables lead people to lock in in degenerate hones inside the littlest environment, to be specific the family, counting inside variables, such as misusing guardians to realize most extreme individual pick up, and outside variables, such as the normalization of debasement within the environment where people develop, which is the foremost critical calculate affecting anti-corruption mindfulness. These two variables posture major challenges and speak to the biggest impediments to executing anti-corruption values, but they are not outright obstructions. Practicing anti-corruption with solid inspiration and dedication to God All-powerful can overcome these challenges. In this manner, partaking in devout exercises driven by legitimate and dependable ministers is basic and an viable way to advance the significance of anti-corruption values.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-30