PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY & SHORT TERM MEMORY TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS 5 SDN GEBANG 03 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
Kata Kunci:
Augmented Reality, Short Term Memory, Hasil Belajar IPASAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dan kapasitas Short Term Memory (memori jangka pendek) terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada siswa kelas 5 SDN Gebang 03 semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kesulitan siswa dalam memvisualisasikan materi sains yang abstrak serta terbatasnya kapasitas memori operasional, yang sering kali memicu beban kognitif berlebih (cognitive overload) dan berdampak pada rendahnya pencapaian akademik. Penelitian kuantitatif ini menerapkan pendekatan eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain faktorial 2x2. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling yang mengklasifikasikan siswa ke dalam kelas eksperimen (media AR) dan kelas kontrol (metode konvensional). Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kognitif untuk mengkategorikan tingkat Short Term Memory (tinggi dan rendah) serta tes evaluasi untuk mengukur hasil belajar IPAS, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji hipotesis Two-Way ANOVA. Hasil pengujian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan media AR maupun tingkat kapasitas Short Term Memory secara individual terhadap hasil belajar IPAS siswa. Kelompok eksperimen yang menggunakan AR dan kelompok siswa dengan memori tinggi menunjukkan perolehan nilai rata-rata yang jauh lebih unggul. Temuan paling krusial dari penelitian ini adalah adanya interaksi yang kuat antara jenis media pembelajaran dengan kapasitas memori; di mana teknologi AR secara efektif bertindak sebagai perancah (scaffolding) bagi siswa bermemori jangka pendek rendah. Dengan memvisualisasikan konsep abstrak menjadi objek 3D yang nyata dan interaktif, AR berhasil mendistribusikan beban kognitif siswa ke saluran visual-spasial. Hal ini menjadikan AR sebagai solusi pembelajaran inklusif yang mampu mengkompensasi kelemahan daya ingat siswa, sehingga hasil belajar mereka meningkat tajam, merata, dan mampu mengimbangi capaian akademik rekan-rekannya yang memiliki memori tinggi.




