PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PBL (PROBLEM BASED LEARNING) MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUAPONIK TENAGA SURYA TERHADAP KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS 5 SDN JEMBER LOR 02
Kata Kunci:
Problem Based Learning (PBL), Akuaponik Tenaga Surya, Hasil Belajar KognitifAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dominasi metode instruksional konvensional yang berpusat pada guru, yang secara empiris menyebabkan terhambatnya potensi kreativitas serta belum mendalamnya hasil belajar kognitif siswa kelas 5 di SDN Jember Lor 02. Sebagai solusi pedagogis, penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media pembelajaran akuaponik tenaga surya terhadap kedua variabel tersebut. Desain penelitian dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) tipe Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel direncanakan melalui teknik Cluster Random Sampling guna menetapkan kelas eksperimen dan kelas kontrol secara alamiah. Pengumpulan data akan dilakukan menggunakan instrumen tes kognitif berbasis taksonomi Bloom, tes kreativitas figural/verbal, serta didukung oleh lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data kuantitatif memodelkan penggunaan uji prasyarat kelayakan, uji Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk pengujian hipotesis ganda, dan perhitungan N-Gain Score untuk mengukur efektivitas intervensi. Berdasarkan sintesis kajian teoretis dan arsitektur pemodelan data, integrasi antara model PBL dan media akuaponik tenaga surya diproyeksikan secara matematis mampu memberikan dampak positif yang sangat signifikan. Model PBL berperan krusial dalam menstimulasi daya nalar melalui pemecahan masalah dunia nyata, sementara media akuaponik tenaga surya berfungsi sebagai objek pemantik (problem trigger) yang konkret untuk mengurai abstraksi materi ekologi dan energi menjadi visual yang interaktif. Hasil proyeksi simulasi data mengindikasikan bahwa kelas eksperimen akan mengalami tren peningkatan skor pascates dengan estimasi kategori N-Gain sedang hingga tinggi, yang bermuara pada penolakan hipotesis nol (H0). Secara konseptual, rancangan inovasi pembelajaran ini dinilai sebagai cetak biru metodologis yang sangat andal dan memiliki urgensi akademis yang kuat untuk dieksekusi guna mendongkrak daya cipta serta pencapaian kognitif peserta didik secara holistik.Berdasarkan kajian teoretis dan arsitektur simulasi data, perpaduan antara model PjBL-STEM dan pendekatan CPA diproyeksikan mampu secara teoretis memberikan dampak positif yang terukur. Model PjBL-STEM menyediakan ruang multidisiplin bagi siswa untuk merekayasa pemecahan masalah dunia nyata, sementara pendekatan CPA secara sekuensial mengurai beban kognitif tersebut mulai dari tahapan manipulasi objek fisik (konkret), visualisasi desain proyek (piktorial), hingga kalkulasi formulasi saintifik (abstrak). Hasil simulasi data mengindikasikan bahwa implementasi pada kelas eksperimen akan menghasilkan tren linier peningkatan skor keterampilan sains dengan estimasi kategori N-Gain sedang hingga tinggi, yang bermuara pada penolakan hipotesis nol (H0). Secara konseptual, integrasi inovatif ini memiliki urgensi akademis yang kuat dan diyakini menjadi solusi pedagogis komprehensif untuk mendongkrak literasi saintifik peserta didik.




