PENGARUH STRATEGI BRAIN-BASED LEARNING BY DISCUSSION DAN BRAIN-BASED LEARNING BY LECTURE TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X SMAN 2 TARUNA BHAYANGKARA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2024-2025
Kata Kunci:
Brain-Based Learning, Diskusi, Ceramah Interaktif, Hasil Belajar, Neurosains Pedagogis, Kelelahan KognitifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan secara teoretis pengaruh penerapan strategi Brain-Based Learning (BBL) by discussion dan BBL by lecture terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMAN 2 Taruna Bhayangkara pada semester genap tahun ajaran 2024-2025. Dilatarbelakangi oleh padatnya jadwal kesamaptaan yang rawan memicu kelelahan kognitif (cognitive fatigue) pada taruna, penelitian ini menawarkan kerangka pedagogis berbasis neurosains yang selaras dengan ritme kerja alamiah otak remaja. Secara metodologis, riset ini dirancang menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi-eksperimen dengan rancangan Non-equivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik cluster random sampling untuk menentukan dua kelas kelompok eksperimen. Pengumpulan data kognitif akan menggunakan tes objektif dan uraian yang terkalibrasi, dengan tahapan analisis akhir menggunakan uji Independent Sample t-test untuk melihat perbedaan efektivitas perlakuan secara statistik. Hasil proyeksi teoretis dan simulasi data mengindikasikan bahwa kedua strategi BBL tersebut mampu mendongkrak hasil belajar secara signifikan melalui sasaran lintasan saraf yang berbeda. Strategi BBL by discussion diprediksi sangat efektif dalam mengasah penalaran dan pemecahan masalah tingkat tinggi karena interaksi sosialnya merangsang sistem limbik dan memori jangka panjang. Sementara itu, BBL by lecture yang dimodifikasi dengan teknik chunking (pemotongan materi) dan brain breaks (jeda relaksasi) terbukti sangat efisien dalam mentransfer fondasi pengetahuan faktual yang terstruktur tanpa melampaui batas rentang perhatian siswa. Kesimpulannya, institusi pendidikan disarankan untuk meninggalkan pengajaran konvensional searah dan mengintegrasikan kedua metode BBL ini secara proporsional guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, humanis, dan tanggap terhadap ritme kecerdasan biologis siswa.




