PENGARUH PEMBELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK DAN STRATEGI CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS V SDN MOJOSARI 01 SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
Kata Kunci:
Pair Check, Card Sort, Hasil Belajar Kognitif, IPAS, Sekolah DasarAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check yang dikombinasikan dengan strategi aktif Card Sort terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas V SDN Mojosari 01 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar kognitif siswa akibat dominasi pembelajaran konvensional satu arah (ceramah) dan abstraknya materi IPAS, yang menyebabkan siswa pasif serta mengalami kejenuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experimental design) menerapkan rancangan Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk membagi subjek ke dalam kelas eksperimen (mendapat intervensi Pair Check dan Card Sort) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa tes objektif pilihan ganda atau esai terstruktur yang mengukur hasil belajar kognitif, didukung lembar observasi keterlaksanaan model. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji-t (Independent Samples t-Test) serta analisis Effect Size menggunakan rumus Cohen’s d setelah memenuhi uji prasyarat normalitas dan homogenitas varians. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi model pembelajaran Pair Check dan strategi Card Sort memberikan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta mentransformasi paradigma kelas menjadi student-centered learning. Penerapan sintaksis Pair Check melalui peran bergantian sebagai player dan coach memicu interaksi sosial dan tutor sebaya yang efektif meminimalkan miskonsepsi. Keberhasilan sosial ini diperkuat secara visual dan motorik oleh strategi Card Sort yang membantu siswa fase operasional konkret mengklasifikasikan materi IPAS yang abstrak menjadi struktur pengetahuan yang sistematis. Secara statistik, lompatan pemahaman konsep siswa terbukti nyata melalui skor Normalized Gain (N-Gain) dan uji-t dengan hasil perbedaan rata-rata yang signifikan pada taraf $\alpha = 0,05$. Hasil analisis Effect Size yang berada pada kategori efek tinggi membuktikan secara praktis bahwa kombinasi model dan strategi interaktif ini memiliki kontribusi aplikatif yang kuat untuk mendongkrak capaian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) di tingkat sekolah dasar.




