PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK

Penulis

  • Muda Sakti Raja Sihite Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Jhon Hartono Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Yessi Siagian Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Pramusari Silaban Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Yohana Oktaviani Lumban Gaol Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Lisbet Sagala Universitas HKBP Nommensen Medan
  • Arjun Sitorus Universitas HKBP Nommensen Medan

Kata Kunci:

Perkembangan Sosial, Perkembangan Emosional, Interaksi Sosial, Peserta Didik, Pendidikan

Abstrak

Perkembangan sosial dan emosional merupakan dua aspek yang saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam pembentukan kepribadian peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, unsur, karakteristik, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan sosial dan emosional, sekaligus mengkaji peran lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung proses tersebut. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber teori, terutama teori pembelajaran sosial dari Albert Bandura serta konsep kecerdasan emosional dari Daniel Goleman. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan sosial berkaitan dengan kemampuan individu menjalin interaksi, menyesuaikan diri, dan menjalankan peran sosial, sementara perkembangan emosional berkaitan dengan kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi. Kedua aspek ini berkembang secara bertahap dan dipengaruhi oleh faktor internal seperti temperamen dan kematangan biologis, serta faktor eksternal seperti pola asuh keluarga, interaksi di sekolah, dan budaya masyarakat. Dalam konteks pendidikan, peserta didik yang memiliki kematangan sosial dan emosional yang baik cenderung lebih percaya diri, mampu bekerja sama, dan lebih siap menghadapi tekanan belajar. Kajian ini menyimpulkan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, sosial, dan emosional perlu menjadi perhatian bersama keluarga, sekolah, dan masyarakat agar peserta didik dapat berkembang menjadi individu yang utuh.

Social and emotional development are two interrelated aspects that serve as the main foundation in shaping the personality of learners. This article aims to explain the meaning, elements, characteristics, and factors influencing social and emotional development, while also examining the role of family, school, and community environments in supporting this process. This article was written using a library research method by reviewing various theoretical sources, particularly Albert Bandura's social learning theory and Daniel Goleman's concept of emotional intelligence. The review shows that social development relates to an individual's ability to build interactions, adapt, and carry out social roles, while emotional development relates to the ability to recognize, express, and regulate emotions. Both aspects develop gradually and are influenced by internal factors such as temperament and biological maturity, as well as external factors such as parenting style, interaction at school, and community culture. In the educational context, learners with good social and emotional maturity tend to be more confident, able to cooperate, and better prepared to face academic pressure. This review concludes that a balance between intellectual, social, and emotional intelligence needs to be a shared concern of families, schools, and communities so that learners can develop into whole individuals.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30