KONSEP TAUHID DALAM QS. AL-IKHLAS: ANALISIS TEOLOGIS TERHADAP FONDASI AKIDAH ISLAM

Penulis

  • Owen Rivaldi Uin Raden Fatah Palembang
  • Zisa Zabira Uin Raden Fatah Palembang
  • Hasna Nadila Arahman Uin Raden Fatah Palembang
  • Widya Wulandari Uin Raden Fatah Palembang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep tauhid dalam QS. Al-Ikhlas melalui pendekatan teologis yang sistematis dan komprehensif. Surat yang hanya terdiri dari empat ayat ini diyakini mengandung inti doktrin ketauhidan Islam secara menyeluruh. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan, kajian ini menelaah penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer untuk menggali makna teologis yang terkandung dalam setiap ayatnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa QS. Al-Ikhlas memuat tiga dimensi pokok tauhid rububiyyah, uluhiyyah, dan asmaʾ wa sifat yang saling bertautan membentuk bangunan akidah yang utuh. Konsep Ahad menegaskan keesaan ontologis Allah yang bersifat mutlak dan tidak tertandingi, sementara Shamad mengukuhkan posisi Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung bagi seluruh alam. Adapun negasi biologis dan penolakan terhadap segala kesetaraan menutup rapat setiap celah antropomorfisme dalam memahami Tuhan. Kajian ini juga menemukan bahwa pemahaman yang mendalam atas QS. Al-Ikhlas memiliki implikasi luas, mulai dari pembentukan karakter Muslim yang merdeka secara teologis hingga penguatan nilai moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

This study aims to examine the concept of tawhid in QS. Al-Ikhlas through a systematic and comprehensive theological approach. Comprising only four verses, this surah is widely regarded as encapsulating the entirety of Islamic monotheistic doctrine. Employing a qualitative-descriptive method based on library research, this study examines interpretations from both classical and contemporary exegetes to uncover the theological meanings embedded in each verse. The findings reveal that QS. Al-Ikhlas contains three core dimensions of tawhid rububiyyah, uluhiyyah, and asma' wa sifatwhich are mutually reinforcing and together form a complete structure of Islamic creed. The concept of Ahad affirms the absolute ontological oneness of Allah, while Shamad establishes Allah as the sole source of all dependence. The negation of biological relations and the rejection of any equivalence firmly closes every avenue to anthropomorphism. The study further finds that a deep understanding of QS. Al-Ikhlas carries broad implications, from shaping theologically liberated Muslim character to strengthening the values of religious moderation in social life.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29