FENOMENA OVERTHINKING PADA GENERASI MUDA DAN KONSEP KETENANGAN JIWA DALAM PERADABAN ISLAM

Penulis

  • Jamilah Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Kalisya Salsabila Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Fernanda Cikal Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Indra Lesmana Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Nazwa Khaira Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Afiyatun Kholifah Universitas Singaperbangsa Karawang

Kata Kunci:

Overthinking, Generasi Muda, Ketenangan Jiwa, Islam, Kesehatan Mental, Spiritualitas

Abstrak

Penelitian ini mengkaji fenomena overthinking yang semakin meluas di kalangan generasi muda dan relevansinya dengan konsep ketenangan jiwa dalam peradaban islam. Overthinking yakni kecendrungan berpikir berlebihan, repetitif, dan tidak produktif yang telah menjadi satu persoalan psikologis yang signifikan di era modern, dipicuboleh tekanan akademik, sosial, ekonomi, serta paparan media sosial yang masif. Dampak yang ditimbulkan meliputi gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi, penurunan fungsi emosional, hingga disrupsi dalam relasi sosial generasi muda. Di sisi lain, peradaban Islam menawarkan kerangka konseptual yang komprehensif tentang ketenangan jiwa, sebagaimana termasuk dalam Al-Qur'an (Q.S. Ar-Ra'd: 28, Q.S. Al-Fajr: 27-30) dan diperkuat oleh hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Konsep ini mencakup nilai-nilai zikir, tawakkal, syukur, sabar, dan muraqabah yang secara holistik membentuk kedamaian batin. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam tersebut dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari generasi muda sebagai solusi terhadap overthinking. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan spiritualitas Islam secara konsisten melalui praktik ibadah, mindfulness Islami, dan penguatan literasi keagamaan mampu menjadi terapi preventif dan kuratif yang efektif dalam mengatasi overthinking, serta mewujudkan keseimbangan psikospiritual yang bermakna bagi generasi muda di era modern.

This study examines the increasingly widespread phenomenon of overthinking among young people and its relevance to the concept of tranquility of the soul in Islamic civilization. Overthinking the tendency to think excessively, repetitively, and unproductively-has become a significant psychological issue in the modern era, triggered by academic, social, economic pressures, and massive social media exposure. Its impacts include mental health disorders such as anxiety and depression, emotional dysfunction, and disruptions in the social relationships of young people. On the other hand, Islamic civilization offers a comprehensive conceptual framework regarding the tranquility of the soul, as contained in the Qur'an (Q.S. Ar-Ra'd: 28, Q.S. Al-Fajr: 27-30) and reinforced by the hadiths of the Prophet Muhammad SAW. This concept encompasses values of dhikr, tawakkul, gratitude, patience, and muraqabah, which holistically form inner peace. Using a qualitative approach based on library research, this study analyzes how these Islamic values can be integrated into the daily lives of young people as a solution to overthinking. The findings indicate that the consistent application of Islamic spirituality through worship practices, Islamic mindfulness, and strengthening religious literacy can serve as an effective preventive and curative therapy in overcoming overthinking, and realizing a meaningful psycho-spiritual balance for the younger generation in the modern era.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29