PENERAPAN METODE BAHTSUL MASAIL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN FIKIH DI PONDOK PESANTREN AL-FAKHRIYAH BATURAJA
Kata Kunci:
Bahtsul Masail, Kemampuan Memecahkan Masalah, FikihAbstrak
Guru mempunyai tanggung jawab besar dan tugas yang strategis dalam mendidik. Salah satu yang mendukung keberhasilan dalam pembelajaran terhadap peserta didik adalah dengan penerapan metode pembelajaran. Metode bahtsul masail adalah salah satu metode pembelajaran pendekatan berpikir dan berbasis masalah yang dalam penerapanya diawali dengan pembahasan permasalahan-permasalahan. Metode bahtsul masail adalah metode diskusi dengan kelompok kecil yang saling membantu dalam membahas dan menyelesaikan permasalahan fiqih menggunakan kitab sebagai rujukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan perbedaan kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas eksperimen yang menerapkan metode bahtsul masail dan kelas kontrol yang tidak menerapkan metode bahtsul masail dalam pembelajaran fiqih di Pondok Pesantren Al-Fakhriyah Baturaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperiment, teknik pengumpulan data menggunakan tes essay, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji independent sample T test. Hasil menunjukkan bahwa nilai posttest kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas eksperimen lebih besar daripada nilai pretest yaitu 90 dan 71. Sedangkan nilai posttest kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas kontrol sedikit lebih besar daripada nilai pretest yaitu 78 dan 70. Hal ini terlihat jelas bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas eksperimen dibanding kelas kontrol dalam pembelajaran fiqih di Pondok Pesantren Al-Fakhriyah Baturaja. Sementara itu, perbedaan kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa nilai Sig. 0.00 < 0,05. Sesuai dengan kriteria Uji T independent sample T test berarti H0 ditolak dan Hi diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pembelajaran fiqih.




