KETERKAITAN ANTARA INFLASI, CADANGAN DEVISA, DAN INVESTASI ASING TERHADAP KEBIJAKAN BI RATE : PERSPEKTIF EKONOMI MONETER INDONESIA 2014-2023
Kata Kunci:
BI Rate, Cadangan Devisa, Inflasi, Investasi Asing, Kebijakan MoneterAbstrak
Tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga dan memelihara stabilitas sistem keuangan, yang dapat tercermin dari tingkat inflasi yang stabil, tingginya cadangan devisa, dan banyaknya investor asing yang menanamkan modal di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menetapkan suku bunga kebijakan BI-Rate sebagai instrumen utama untuk mempengaruhi aktivitas kegiatan perekonomian. Penelitian ini menganalisis Keterkaitan Inflasi, Cadangan Devisa, dan Investasi Asing terhadap Kebijakan BI Rate: Perspektif Ekonomi Moneter Indonesia 2014–2023. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data runtut waktu (time series) dengan jangka waktu 10 tahun. Periode 2014–2023 mencakup kejutan struktural (pandemi COVID-19, taper tantrum, perubahan rezim kebijakan BI 7DRR), sehingga model bisa menghasilkan instabilitas parameter. Kuantitatif ialah metode yang digunakan pada penelitian ini dengan data sekunder yang diperoleh dari BPS, BI, Kemenkeu, World Bank, IMF dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan inflasi berpengaruh negatif signifikan terhadap BI Rate, yang menandakan bahwa dalam kondisi ekonomi pasca-pandemi, Bank Indonesia cenderung melakukan kebijakan moneter ekspansif meskipun tekanan inflasi meningkat; cadangan devisa berpengaruh negatif signifikan terhadap BI Rate, yang mengindikasikan bahwa semakin kuat posisi devisa nasional, semakin besar ruang kebijakan untuk menurunkan suku bunga tanpa mengganggu stabilitas nilai tukar; dan investasi asing berpengaruh positif signifikan terhadap BI Rate, di mana arus masuk modal portofolio meningkat seiring dengan kenaikan suku bunga domestik.
The main objective of monetary policy is to maintain and preserve financial system stability, which can be reflected in stable inflation rates, high foreign exchange reserves, and a large number of foreign investors investing in Indonesia. To achieve this objective, Bank Indonesia sets the BI Rate as the main instrument to influence economic activity. This study analyzes the relationship between inflation, foreign exchange reserves, and foreign investment with the BI Rate policy: An Indonesian Monetary Economic Perspective 2014–2023. The type of data used in this study is secondary data in the form of time series data covering a period of 10 years. The 2014–2023 period covers structural shocks (the COVID-19 pandemic, taper tantrum, changes in the BI 7DRR policy regime), so the model can produce parameter instability. Quantitative methods were used in this study with secondary data obtained from BPS, BI, Ministry of Finance, World Bank, IMF with multiple linear regression analysis. The results show that inflation has a significant negative effect on the BI Rate, indicating that in the post-pandemic economic conditions, Bank Indonesia tends to implement expansionary monetary policy even though inflationary pressures are increasing; foreign exchange reserves have a significant negative effect on the BI Rate, indicating that the stronger the position of national foreign exchange reserves, the greater the policy space to lower interest rates without disrupting exchange rate stability; and foreign investment has a significant positive effect on the BI Rate, where portfolio capital inflows increase in line with domestic interest rate hikes.


