ADOPSI TEKNOLOGI UNTUK KETAHANAN PANGAN : STUDI KEPUSTAKAAN TENTANG TINGKAT LITERASI DIGITAL PETANI DALAM IMPLEMENTASI AGRICULTURE 4.0
Kata Kunci:
Literasi Digital, Petani, Agriculture 4.0, Ketahanan Pangan, Teknologi Pertanian, Transformasi DigitalAbstrak
The shift of the agricultural sector toward digital technology-based systems is a crucial step to strengthen national food security amid ongoing global challenges. Despite the advancement of agricultural technology, its effective implementation greatly relies on farmers’ digital competence. This study aims to explore the extent to which farmers’ digital literacy contributes to the adoption of technology in the framework of Agriculture 4.0. Using a literature review method, this research analyzes academic publications, policy reports, and other relevant documents on agricultural digitalization. The findings indicate that low digital literacy levels hinder the application of agricultural technologies, particularly in rural settings. Key contributing factors include limited access to training, inadequate infrastructure, and a lack of context-sensitive learning models. Therefore, it is essential to enhance farmers' digital capacity through community-based education, equitable distribution of technological infrastructure, and collaboration among government institutions, universities, and the private sector. This study recommends that digital literacy be embedded as a core element within national agricultural policy to ensure that agricultural digital transformation progresses inclusively and contributes to sustainable food security.
Peralihan sektor pertanian ke arah sistem yang memanfaatkan teknologi digital merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang. Meskipun teknologi telah berkembang pesat, keberhasilan implementasi pertanian digital sangat bergantung pada kesiapan petani, khususnya dalam aspek penguasaan literasi digital. Tujuan dari studi ini adalah untuk menelaah sejauh mana tingkat literasi digital petani mendukung proses adopsi teknologi dalam konteks Agriculture 4.0. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan studi pustaka dengan menelaah beragam literatur ilmiah, dokumen kebijakan, serta publikasi relevan terkait digitalisasi pertanian. Temuan menunjukkan bahwa rendahnya literasi digital menjadi kendala utama dalam pemanfaatan teknologi pertanian, terutama di kawasan pedesaan. Beberapa faktor penyebab antara lain terbatasnya akses pendidikan dan pelatihan, kurangnya infrastruktur teknologi, serta metode pembelajaran yang belum sesuai dengan kebutuhan petani. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan strategi peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan yang berbasis komunitas, penyediaan fasilitas teknologi yang merata, serta kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Kajian ini merekomendasikan perlunya integrasi literasi digital sebagai komponen utama dalam kebijakan pertanian nasional agar transformasi digital di sektor pertanian dapat berlangsung secara inklusif dan berkontribusi pada tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan.


