INTERVENSI BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN PENGELOLAAN EMOSI PADA SISWA FATHERLESS
Kata Kunci:
Fatherless, Konseling Individual, Regulasi Emosi, Studi Kasus, Dinamika KeluargaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi emosional seorang siswa fatherless serta perubahan yang terjadi setelah diberikan layanan bimbingan dan konseling yang mencakup bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, dan konseling individual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus untuk menggali pengalaman subjektif konseli secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, konseli mengalami tekanan emosional yang ditandai dengan rasa aman yang rendah, kesulitan mengungkapkan perasaan, harga diri rendah, dan sensitivitas tinggi terhadap topik keluarga. Melalui tahapan layanan BK, konseli menunjukkan perkembangan positif berupa peningkatan regulasi emosi, penerimaan diri, keberanian mengungkapkan perasaan, serta meningkatnya kepercayaan diri. Intervensi BK terbukti membantu konseli memahami dirinya, mengelola luka emosional akibat ketidakhadiran ayah, dan mengembangkan pola pikir yang lebih positif terhadap masa depannya. Temuan ini menegaskan pentingnya layanan BK dalam mendukung kesejahteraan emosional remaja yang mengalami fatherless.
This study aims to understand the emotional condition of a fatherless student and the changes that occur after receiving guidance and counseling services, including classroom guidance, group counseling, and individual counseling. A qualitative case study approach was used to explore the student’s subjective experiences in depth. The findings indicate that prior to intervention, the student experienced emotional distress characterized by low sense of security, difficulty expressing feelings, low self-esteem, and high sensitivity to family-related topics. Through the stages of counseling services, the student demonstrated significant improvements, including better emotional regulation, increased self-acceptance, greater openness in expressing emotions, and enhanced self-confidence. The intervention proved effective in helping the student process emotional wounds caused by the absence of a father and develop a more positive outlook on himself and his future. These results highlight the crucial role of counseling services in supporting the emotional well-being of fatherless adolescents.



