GAMBARAN RESILIENSI LULUSAN PERGURUAN TINGGI YANG BELUM MENDAPATKAN PEKERJAAN
Kata Kunci:
Resiliensi, lulusan perguruan tinggiAbstrak
Banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki cita-cita sukses ketika masih muda dan berharap
bisa bekerja di perusahaan yang mereka inginkan setelah lulus kuliah, namun ekspektasi tidak selalu
sesuai dengan kenyataan dan tujuan tidak selalu tercapai karena persaingan dan seleksi kerja yang
cukup ketat Seorang lulusan perguruan tinggi sendiri akan mengalami transisi yang dimana di dunia
kerja membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan tantangan berikutnya dan salah satu nya
sendiri tak lepas dari usaha seseorang untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang biasa disebut
dengan persaingan pekerjaanPenelitian ini melibatkan responden lulusan perguruan tinggi di Kota
Bekasi yang belum mendapatkan pekerjaan dengan responden yang didapat sebanyak 100 lulusan
perguruan tinggi yang terlibat dalam pengisian kuesioner serta dalam pengelolahan data nya
menggunakan Statistics Package For Sosial Science (SPSS).Berdasarkan perhitungan yang
dilakukan dengan bantuan software IBM SPSS for Windows versi 26 terhadap variabel tersebut
menunjukkan bahwa dari data yang didapatkan untuk variabel resiliensi diperoleh skor empiris
terkecil 12 dan skor terbesar 50. Hasil penghitungan mean empiris pada variabel Resiliensi sebesar 41,66 dengan standar deviasi sebesar 9,902 Berdasarkan perhitungan yang dilakukan dengan
bantuan software IBM SPSS for Windows versi 26 terhadap variabel tersebut menunjukkan bahwa
dari data yang didapatkan untuk variabel resiliensi berdasarkan gender diperoleh skor empiris
terkecil pada laki – laki skor sebesar 48 dan perempuan tertinggi dengan skor 52 . Hasil
penghitungan mean empiris pada variabel Resiliensi berdasarkan gender sebesar 41,90 pada laki
dan perempuan sebesar 41.44 dengan standar deviasi sebesar 9,568 pada laki – laki dan perempuan
10.289. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa (Ha) diterima. Yaitu Tidak ada perbedaan yang
signifikan antara resiliensi lulusan perguruan tinggi swasta dan negri dimana keduanya memiliki
resiliensi yang setara. Hal tersebut terjadi karena resiliensi adalah kemampuan individu dalam
menangani stres atau tekanan, serta dalam mengatasi kecemasan dan depresi, sehingga dalam
penelitian ini dapat diartikan bahwa lulusan perguruan tinggi swasta dan negri yang belum
mendapatkan pekerjaan memiliki resiliensi yang setara.



